Aku Juga Ada di Sini

20 Juni, 2012

Demi Cium (Resensi Lips Touch)

Lips Touch: Three TimesLips Touch: Three Times by Laini Taylor

My rating: 5 of 5 stars


Ini adalah kumpulan cerpen tentang ciuman yang membawa akibat supranatural mengerikan bagi tiga orang gadis. Cerita pertama, "Buah Goblin", berkisah tentang Kizzy yang diincar oleh goblin. Goblin itu berubah menjadi pemuda tampan anak baru di sekolah yang mendekatinya. Kalau sampai dicium pemuda itu, Kizzy mati. Cerita kedua, "Kutukan Kecil yang Berbumbu Seperti Ini", berkisah tentang Anamique yang dikutuk mempunyai suara yang bisa membunuh siapa pun yang mendengarnya, sehingga ia tidak pernah bicara hingga cinta menggodanya dan ciuman pertamanya berakibat fatal bagi semua orang. Cerita ketiga, "Menetas", berkisah tentang seorang ratu abadi yang berhasil mengingat masa lalunya lewat ciuman.

Cerita-ceritanya unik, gelap, dan tetap romantis. Latar belakangnya cukup kental, tapi tidak berlebihan. Tokoh-tokohnya tetap tergambar dengan baik, meskipun singkat karena ini cerpen. Cerita pertama relatif sederhana, tapi cerita kedua utuh, cerita ketiga sangat mendalam (bahkan bisa dikembangkan menjadi novel yang menarik). Tingkatan ini akan menghindarkan pembaca dari rasa kecewa. Bagaimanapun juga, cerita pertama yang sederhana pun cukup kuat untuk mempertahankan pembaca.

Terjemahan kumcer ini baru saja diterbitkan oleh Ufuk Heart (salah satu lini Ufuk Publishing House), tetapi sayang gambar-gambar memesona dari suami Laini Taylor tidak diikutkan. Kebetulan penerjemahnya adalah... *uhuk2* saya sendiri. Gaya penulisan Laini Taylor sangat baik dan semoga terjemahan saya tidak mengecewakan.





Sampul Depan Lips Touch versi Indonesia oleh Ufuk Heart


Sulit untuk memilih cerpen kesukaan saya di antara ketiganya. Cerpen Kizzy terinspirasi dari puisi "The Goblin Market" karya Christina Rossetti. Puisi ini berkisah tentang gadis yang meninggal karena memakan buah yang dijajakan oleh goblin. Bagaimana puisi ini berhubungan dengan kehidupan Kizzy? Silakan baca sendiri. "Buah Goblin" memang lebih sederhana dibandingkan dua cerpen lain, namun tetap memiliki kedalaman yang khas dari Laini Taylor. Kehidupan keluarga Kizzy unik dan berpengaruh terhadap ketegangan alur cerita utama. Kizzy sendiri adalah tokoh yang sangat dapat kita pahami, terutama hasratnya untuk memperoleh ciuman pertama dari pemuda yang dipujanya.

"Kutukan Kecil yang Berbumbu Seperti Ini" dapat dikatakan mempunyai dua tokoh sentral, tetapi tokoh-tokoh lain juga membawa motivasi yang jelas dalam cerpen ini. Alkisah ada seorang wanita bernama Estella yang sehari-hari "menawar" keinginan iblis untuk menimpakan bencana terhadap manusia. Estella selalu menukar keselamatan anak-anak dengan jiwa para pendosa. Ketika si iblis menginginkan bencana besar dengan membuat seorang anak mempunyai suara mematikan, Estella meyakinkan anak itu agar tidak bicara. Dengan latar India kolonial yang eksotis, para pelayan lokal membuat anak itu tetap percaya walaupun keluarganya yang berasal dari Inggris agak ragu. Ketika ia tumbuh menjadi gadis cantik dan didekati pemuda yang tidak memercayai kutukan itu, akankah ia bungkam selepas ciuman pertama?

"Menetas" ditulis dengan dunia buatan yang luar biasa indah walaupun jalan ceritanya agak kejam. Esme biasa hidup berdua saja dengan ibunya yang nyentrik, tapi ia tak pernah mempermasalahkan hal itu hingga sekawanan serigala mengejar mereka. Selama pengejaran itu pula Esme dihantui kenangan yang bukan miliknya. Dari manakah para serigala ini? Apa hubungan semua ini dengan sosok wanita abadi dan dunia salju yang berdiam dalam ingatannya? Satu ciuman akan mengurai segalanya.

Pada akhirnya, walaupun selalu menampilkan remaja, ketiga cerpen dalam kumcer Lips Touch bukan cerita YA biasa. Sebagai catatan, kumcer ini tidak sepantasnya dibaca anak di bawah usia 15 tahun.

kunjungi dunia Laini Taylor yang memesona di blog www.lainitaylor.com


Selain Lips Touch, tahun ini juga akan terbit karya Laini Taylor lain, yaitu Daughter of Smoke and Bone terjemahan Primadonna Angela, oleh Gramedia. Dua novel Laini Taylor lainnya adalah Blackbringer dan Silksinger.


View all my reviews

12 komentar:

  1. Uhuk uhuk minta donk Mel eh wkwkwk covernya bagus ya bening sekali dan ceritanya cukup bikin penasaran. Ah nunggu diskon 40% di Jogja ah jarang2 baca kumcer terjemahan modern

    BalasHapus
  2. wowww menarik banget ini bukunya =) inceran ah di PBJ, semoga diskon!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pengen ya,ya pastilah diskon

      Hapus
    2. dulu diskon di Pesta Buku Jakarta (Jakarta Book Fair) saja :)

      Hapus
  3. mbak ini dijual di gramedia ga? lagi pengen baca bukunya Laini Taylor :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. d jual kunjungi aja mal terdekat,........hahahaha

      Hapus
  4. Resensi yang menarik dari buku yang patut dibaca. jadi ga pernah mau berhenti membuka setiap halamannya... izin copas resensinya bolehkah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ba emang nya bku apa sih kok pke diskon?

      Hapus

Tinggalkan Komentar di Sini :)