Aku Juga Ada di Sini

17 Januari, 2016

2016 dan Adaptasi Beberapa Serial Kesukaan


Tahun 2016 cukup saya nantikan, karena beberapa serial kesukaan saya diangkat ke layar lebar dan layar perak. Dua di antaranya cukup istimewa bagi saya karena saya pernah menerjemahkan novelnya.


Shadowhunters
Shadowhunters adalah adaptasi serial televisi dari serial The Mortal Instruments yang sebagiannya saya terjemahkan. Film layar lebarnya tahun 2013 tidak terjual memuaskan, tapi industri film dan penggemar buku ini tidak menyerah. Episode pertama Shadowhunters tayang beberapa hari lalu (12 Januari 2016) dan saya senang bisa menontonnya di Netflix. Semoga, dengan menjadi serial televisi, Shadowhunters bisa lebih banyak mengangkat isi buku Cassandra Clare yang tebal-tebal itu.





Fantastic Beasts and Where to Find Them
Film yang akan tayang akhir tahun ini diangkat dari salah satu buku pelajaran dalam serial Harry Potter. Buku pelajaran itu (sebenarnya lebih mirip ensiklopedia) diterbitkan di dunia muggle, maksudnya di dunia nyata, juga. Saya kurang ingat riwayat hidup Newt Scamander (tokoh utama film ini) yang dikisahkan di buku itu. Saya hanya ingat beberapa binatang sihir yang dijelaskan di sana. Saya tidak berminat membaca ulang buku itu sebelum menonton film ini nanti; biarlah apa pun isi filmnya menjadi kejutan.





Assassin's Creed: The Movie

Assassin's Creed adalah serial game, tapi saya lebih akrab dengannya sebagai serial novel (yang merupakan adaptasi dari serial gamenya). Belum ada judul resmi untuk film ini. Hal yang pasti adalah film ini ditayangkan pada akhir tahun 2016 dan tidak ada game utama yang sama dengan film ini. Bahkan, tidak ada game utama yang terbit pada tahun ini. Sesungguhnya, penggemar Assassin's Creed seperti saya cukup senang dengan keadaan ini: istirahat dari game dengan menonton film layar lebar. Hanya saja, saya akan merindukan novelnya. 



29 Mei, 2015

Shonen Fight, Kompilasi Komik Indonesia Baru




Ada kompilasi komik Indonesia baru, namanya Shonen Fight. Setebal 272 halaman, Shonen Fight berisi 10 judul komik karya komikus Indonesia. Komik ini baru terbit beberapa hari lalu dan baru akan masuk toko buku Juni 2015. Sementara itu, Shonen Fight bisa dibeli lewat laman Facebook di sini.

Perlu dua hari sampai saya selesai membaca semua komik di Shonen Fight. Tata letaknya membuat saya kesulitan mencari-cari komik tertentu. Rasanya padat sekali dan nomor halamannya tidak mencolok. Saya suka halaman berwarna, tapi empat halaman berwarna malah dihabiskan untuk... idol. Yah, saya perempuan, jadi tidak tertarik memandangi idol perempuan.

Dari sepuluh judul, ada 5 judul yang saya suka. Judul-judul lain menurut saya biasa saja, setidaknya untuk volume 1. Saya malas membuat review satu per satu, jadi saya menulis komentarnya di Instagram dan saya akan menempelkannya di sini, hahaha.


Berikut ini lima judul kesukaan saya (berurutan) dan sedikit komentar saya.

12 April, 2015

Sayembara Penulisan Resensi 3 Novel

Cara untuk mencari uang lewat buku tidak hanya dengan menulis atau menerbitkan buku. Bisa juga kita membuat resensi buku yang kita baca dan mengirimkannya kepada media atau mengikutsertakannya kepada lomba.

Penerbit Exchange mengadakan sayembara penulisan resensi 3 novel terbitannya. Silakan pilih novel yang sudah atau ingin kamu baca. Hadiahnya uang tunai dan paket buku. Klik dan simpan gambar di bawah ini untuk mengetahui aturan mainnya.




10 Januari, 2015

Resensi A Girl Who Loves A Ghost karya Alexia Chen

A Girl Who Loves A GhostA Girl Who Loves A Ghost by Alexia Chen
My rating: 4 of 5 stars

Pertama-tama, saya harus mengucapkan selamat kepada Alexia Chen alias Dee untuk novel keduanya. Satu setengah tahun lalu saya membantu Dee sebagai beta-reader novel Vandaria Saga: Nedera, Negeri Kegelapan. Kali ini saya menjadi pembaca biasa saja.

A Girl Who Loves A Ghost (disingkat Ghost) berkisah tentang Aleeta Jones, seorang mahasiswi Jakarta, yang "ditempeli" hantu tampan bernama Yuto Nakano. Aleeta ini keturunan Amerika (maksudnya berkulit putih, tapi sayang tidak ada petunjuk keluarga ayahnya berasal dari negara Eropa mana sebelum datang ke Amerika) dan Tiongkok (China). Aleeta tinggal berdua saja dengan adiknya (supaya petualangannya sepanjang buku ini tidak diganggu orang tua mereka). Dalam perjalanan berangkat kuliah, Aleeta membaca berita pembunuhan di koran dan mendoakan korban. Sama sekali tak dia sangka bahwa doanya mendatangkan orang itu... berupa arwah penasaran.

Yuto memaksa Aleeta untuk menyelidiki pembunuhan dirinya dan mencari adiknya yang menghilang. Tak sanggup menolak sang hantu tampan, Aleeta terpaksa keluar dari hidupnya yang tenang dan berkali-kali terjebak dalam bahaya. Siapakah pembunuh Yuto? Apa motifnya? Ke manakah perginya adik Yuto? Apakah kepergian adik Yuto berhubungan dengan pembunuhan?

Novel ini dibuka dengan prolog yang mendebarkan. Sayangnya, karena prolog itu kutipan dari salah satu adegan di akhir cerita, sesudah itu saya menemukan bab pertama berupa kehidupan sehari-hari Aleeta. Ya, itu dia, porsi kehidupan sehari-hari Aleeta terlalu banyak. Saya sering mengerutkan dahi karena tidak sabar, ingin Aleeta dan Yuto segera bergerak melanjutkan penyelidikan mereka.

Cinta berkembang di antara Aleeta dan Yuto (ini sudah jelas dari judul buku, jadi bukan spoiler ya). Saya sempat khawatir kejadiannya terlalu cepat seperti tokoh-tokoh di novel Nedera, tapi syukurlah tidak. Aleeta dan Yuto menghabiskan banyak waktu bersama sepanjang cerita, jadi saya mengerti bagaimana cinta itu tumbuh. Hanya saja, saya ingin lebih banyak aksi menegangkan daripada roman.

Penulisan Ghost sangat rapi (walau kadang-kadang terlalu rapi), jadi saya pikir Ghost bisa dibaca melampaui masanya. Karakter Aleeta dan Yuto sangat berkesan hingga saya merasa mengenal mereka. Sayangnya Ghost membuat saya bingung latar waktu dan tempatnya; waktu karena Aleeta tidak digambarkan menggunakan gawai sebanyak anak muda Jakarta masa kini, tempat karena saya tidak merasa familier saat Aleeta berada di Jakarta dan Bandung.

Penggemar cerita roman dan supernatural akan menyukai Ghost.


View all my reviews

04 Desember, 2014

Pemenang A Letter From November



Terima kasih kepada teman-teman yang sudah ikut berburu keping cinta Novemberian. ;) Sesungguhnya banyak peserta yang ikut, tapi hanya 4 yang memberikan jawaban benar semua. Setelah kami mengumpulkan suara soal surat terbaik, kami menentukan bahwa pemenangnya adalah

1. Rezky
2. Windhy
3. Isna

Selamat!
Para pemenang akan dihubungi dalam waktu dekat.

24 November, 2014

Vandaria Saga: Winterflame Blog Tour


Vandaria Saga: Winterflame adalah novel editan pertama saya sebagai editor-in-house.Setelah lika-liku perjuangan selama setahun, novel ini sudah sedang dicetak dan sebentar lagi diedarkan di Indonesia. :D

Sambil menunggu Winterflame sampai di toko buku, tim Vandaria Saga mengadakan Winterflame Blog Tour. Yuk kunjungi blog-blog yang menjadi host pada blog tour ini untuk berkenalan dengan Winterflame. Selain itu, di setiap blog ada potongan puzzle yang bisa dikumpulkan untuk memenangkan hadiah eksklusif lho!

Hadiah: novel + booklet + poster (untuk satu pemenang)

24 Nov 2014 
http://fantasindo.blogspot.com/ 

25 Nov 2014 http://bibliough.blogspot.com/

27 Nov 2014 http://hitamdidalambuku.tumblr.com/

29 Nov 2014 http://dionyulianto.blogspot.com/

30 Nov 2014 http://kubikelromance.blogspot.com/