Aku Juga Ada di Sini

01 Februari, 2011

A Thousand Tomorrows

Resensi ini ditulis oleh Nina S.

A Thousand Tomorrow
Ribuan Hari Esok
ISBN: 978-602-8801-50-8
Ukuran: 12.5 x 19 cm
Halaman: 384 halaman
Terbit: Desember 2010
Harga: Rp49.900,00


Cody Gunner adalah pemuda yang terluka karena masa lalunya, terluka karena ditinggal ayahnya begitu saja saat masih kecil, dan kemudian membenci ibunya karena tidak berbuat apa-apa untuk membuat keluarga itu tetap utuh. Satu-satunya orang yang ia sayangi hanyalah Carl Joseph, adiknya yang menderita down syndrome—yang ternyata menjadi penyebab utama kenapa ayahnya pergi. Cody membawa kemarahan itu terus-menerus sampai dewasa hingga ia tidak pernah membiarkan siapapun untuk masuk ke dalam kehidupannya, dan selalu menghindari apapun yang berkaitan dengan ayahnya, termasuk menolak kesempatan untuk bermain sepak bola walaupun itu adalah bakat alaminya.


Cody lantas menemukan olah raga rodeo dan tumbuh dewasa dengan itu. Ia selalu menggunakan kemarahannya untuk menaklukkan setiap banteng yang ia tunggangi, hingga akhirnya ia menjadi terkenal dalam bidang itu dalam usianya yang masih cukup muda. Menjadi terkenal dan dielu-elukan banyak wanita tak membuatnya berubah dari dirinya yang masih menyimpan kemarahan, hingga akhirnya ia bertemu dengan Ali Daniels.

Ali Daniels adalah wanita penunggang kuda yang hebat, cantik, dan misterius. Seperti halnya Cody, ia pun banyak didekati lelaki, tapi ia tak pernah menanggapi mereka, dan seringkali menarik diri dari keramaian. Satu-satunya hal dalam hidupnya adalah berpacu dengan kudanya dan menjadi juara. Kesamaan itu membuat mereka berdua sedikit banyak saling memperhatikan, namun seringkali hanya saling sapa pendek saat sama-sama memenangkan kejuaraan.

Seiring waktu berjalan, keduanya menjadi lebih dekat dan menjadi teman. Cody akhirnya mampu mencintai orang lain selain adiknya, yang selama ini adalah hal yang sangat mustahil. Hidupnya bukan lagi tentang kemarahan, namun menjadi perasaan ingin melindungi orang yang ia sayangi. Namun Ali selalu takut untuk jatuh cinta dan dicintai, karena hidupnya bahkan tak akan mencapai waktu 1 tahun, karena penyakit yang ia derita sejak masih kecil, penyakit Cystic Fibrosis yang tak pernah memberi waktu hidup yang lama bagi para penderitanya.

Karen Kingsbury memang selalu piawai dalam menceritakan kisah-kisah romantis yang menyentuh seperti ini. Namun apa yang menjadi nilai lebih dalam buku-buku Karen Kingsbury adalah betapa dekat kisah-kisahnya dengan realita yang ada hingga selalu bisa membuat para pembaca merenung dan tetap teringat dengan buku yang ia tulis.

A Thousand Tomorrows
pun hadir dan menjadi kisah romantis yang tidak picisan. Awalan cerita ini disuguhkan dengan manis hingga pembaca mampu menyelami apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh ibu Cody dan diri Cody kecil hingga menjadi awal konflik yang kuat dalam buku ini. Ceritanya pun mengalir semakin intens dengan hadirnya Ali dengan segala rahasianya.

Truly recommended untuk para penyuka buku-buku romance. Tapi tetap tak menutup kemungkinan untuk penyuka genre yang lain, karena buku ini mengandung unsur kehidupan yang mendalam yang bisa dijadikan pelajaran bagi semua orang lewat konflik-konfliknya, lewat karakter-karakternya, dan lewat cara masing-masing tokoh dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah mereka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar di Sini :)