Aku Juga Ada di Sini

18 Juni, 2010

The Demon's Lexicon: Dusta Seorang Kakak

Pengarang: Sarah Ress Brennan
Kategori: Novel
ISBN: 978-602-8801-09-6
Ukuran: 14 x 20.5 cm
Halaman: 360 halaman
Terbit: Mei 2010 oleh Ufuk Press
Harga: Rp54.900,00


Apa kesamaan Harry Potter dan Clary (City of Bones)? Sepanjang hidup, mereka disembunyikan dari jati diri mereka yang sebenarnya. Harry tidak pernah diberi tahu oleh paman dan bibinya bahwa orangtuanya adalah penyihir. Bahkan ibu Clary sendiri yang meminta seorang warlock untuk membuat Clary tidak bisa melihat Dunia Bayangan, supaya putrinya itu tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya ras pemburu iblis. Bagaimana dengan tokoh utama di novel ini?

Nick Ryves tahu bahwa penyihir adalah manusia berkekuatan gaib yang membuat kesepakatan dengan iblis, menumbalkan manusia lainnya demi mendapatkan kekuatan atau kekuasaan. Dia tahu para penyihir jahat mengejar-ngejar keluarganya demi mendapatkan jimat sakti yang dikenakan oleh ibunya. Dia tahu ayahnya tewas dan kakaknya, Alan, menjadi pincang demi melindungi mereka. Ya, Nick tahu segalanya, atau setidaknya begitulah yang dia kira.

Novel ini beralur cepat dan tidak bertele-tele. Ketegangan langsung disajikan sejak halaman-halaman awal dan pengarang tidak akan menyiksa pembaca dengan detail-detail yang memusingkan. Bagaimanapun juga, ketika hal-hal kecil tentang lingkungan supranatural disuguhkan, pembaca akan menyelaminya dengan nikmat. Tempat yang paling menarik adalah Pasar Goblin dengan perdagangan barang-barang sihir, musik yang unik, dan tarian pemanggil iblis. Latar belakang tempat lainnya tidak terlalu istimewa, sehingga mungkin akan mengecewakan pembaca yang mengharapkan dunia baru semegah Narnia.

Setelah membaca novel ini, saya paling terkesan oleh tokoh Alan. Kisah di dalam novel ini memang berpusat pada Nick sebagai tokoh utamanya, tapi Alanlah yang mengetahui segalanya dan memutuskan untuk merahasiakan banyak hal dari Nick. Bahkan ketika Nick merasa berhasil menyelidiki masa lalu kakaknya dan membongkar rahasia serta rencana Alan, ternyata dia baru menyingkap permukaannya. Apa yang tersembunyi di baliknya adalah kenyataan yang tidak pernah terlintas di benak Nick.

Mengapa Alan berdusta? Nick tentunya kecewa, bahkan sempat berusaha menyakiti Alan sebagai pelampiasannya. Namun Alan selalu sabar, dan Nick tidak sanggup berpisah dari sosok yang merawatnya sejak kecil itu. Apa pun yang Alan lakukan adalah demi Nick, meskipun Nick sering berprasangka kakaknya lebih mementingkan orang lain.

Pergulatan emosional ini jugalah yang menjadi keandalan The Demon’s Lexicon. Pembaca diajak mendampingi Nick saat berusaha memahami perasaannya sendiri yang rumit, juga saat berusaha membaca raut wajah dan maksud tindakan-tindakan kakaknya. Semua itu akan mengantar pembaca ke akhir cerita yang memuaskan ketika Nick memahami alasan kakaknya berdusta sekaligus betapa kuat pemuda pincang itu sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar di Sini :)