Aku Juga Ada di Sini

28 Desember, 2010

Paranormalcy

Paranormalcy (Paranormalcy, #1)Paranormalcy by Kiersten White

My rating: 3 of 5 stars



Evie (16 tahun) dibuang oleh orangtuanya sejak kecil, dan sepuluh tahun yang lalu diambil oleh IPCA (International Paranormal Containment Agency, semacam organisasi penertib makhluk gaib/paranormal) dan membantu mereka mengamankan paranormal yang “nakal”. Kegemparan terjadi ketika banyak paranormal mati (atau mati lagi, bagi vampir) secara berturut-turut. Evie pun terus-menerus diganggu oleh peri bernama Reth (semacam mantan pacarnya) dan seorang shapeshifter bernama Lend menyusup ke dalam IPCA.

Melalui Lend dan Reth, yang juga memperebutkan hatinya, Evie mengetahui bahwa ia merupakan inti dari sebuah ramalan misterius buatan kaum peri. Kekuatan jahat yang sedang mengambili jiwa paranormal adalah dirinya yang lain (bernama Vivian), dan Evie harus memilih untuk bergabung bersama Vivian atau melawannya. Tapi kalau Evie menolak melakukan hal yang sama seperti Vivian (mengambili jiwa paranormal), Evie tidak akan dapat melanjutkan hidupnya, karena selama ini pun dia tak punya jiwa dan hanya menggunakan secuil jiwa yang diberikan oleh Reth.

Ide ceritanya menarik (agensi penertib makhluk gaib/pararnomal) dan melibatkan semua makhluk yang sedang ngetren di kalangan pembaca muda, yaitu vampir, manusia serigala, peri, shapeshifter. Sampulnya bagus dan banyak penulis laris remaja mendukung novel ini, yaitu Lisa McMann (trilogi Wake, Gramedia), Becca Fitzpatrick (Hush Hush, Ufuk), Apprilynne Pike (Wings, Gramedia tapi belum terbit), Carrie Ryan (The Forest of Hands and Teeth, Kubika).

Gaya penceritaannya kurang bagus. Meskipun suara dan karakter Evie sebagai remaja terkesan lincah dan nyata, interaksi antartokohnya terlalu kaku dan dipaksakan lucunya. Mengalirnya antaradegan bisa menimbulkan rasa bosan dan romantismenya payah, sama sekali tidak menggigit seperti Clary-Jace-Simon, atau Nora dengan Patch. Selama membaca novel ini, saya terus-menerus berharap yang menulisnya adalah Sarah Rees Brennan (penulis the Demon's Lexicon) atau penulis lain yang bisa menggarap ide cerita dengan lebih baik.




View all my reviews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar di Sini :)