Aku Juga Ada di Sini

23 Februari, 2012

Resensi The 13th Reality


The Journal of Curious Letters (The 13th Reality, #1)The Journal of Curious Letters by James Dashner
My rating: 3 of 5 stars




Setelah menentukan pilihan, apakah kita pernah bertanya-tanya bagaimana jadinya hidup kita bila kita mengambil pilihan lain pada waktu itu? Bagi teman-teman yang suka membaca komik, mungkin ada yang ingat salah satu alat Doraemon berbentuk kotak telepon yang bisa mengantar kita kepada dunia alternatif, ke realitas yang berbeda: dengan memesan “aku ingin ada sihir di dunia ini”, kita akan melangkah keluar kotak telepon dan mendapati bahwa sihir telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia kita yang biasa.


Gagasan inilah yang dikembangkan oleh James Dashner dalam novel anak-anak berjudul The Journal of Curious Letters, buku pertama dari seri The 13th Reality. Walaupun namanya terkesan seperti saudara sepupu Neville Longbottom, Atticus Higginbottom (dipanggil Tick) yang menjadi tokoh utama novel ini benar-benar anak biasa. Memang dia lebih cerdas daripada anak kebanyakan, tapi dia bukan penyihir atau anak ajaib semacamnya.


The Journal of Curious Letters dibuka dengan kedatangan seorang pria misterius di kantor pos Alaska. Pria aneh yang disebut Master George itu mengirim banyak surat untuk ke berbagai penjuru dunia. Tak lama selepas kepergiannya, wanita berbaju kuning dan berkepala botak mendatang kantor pos yang sama. Jelaslah bahwa mereka dua pihak yang bertentangan dalam rajutan cerita ini, tapi dalam hal apa mereka berseteru? Bagaimana hal ini melibatkan Tick dan anak-anak lainnya?


Hal yang paling menarik dan cukup membedakan novel ini tentu saja “curious letters” itu sendiri. Satu demi satu Tick menerima surat-surat misterius yang memberinya instruksi tentang “hal-hal yang sangat menakutkan”. Gara-gara rangkaian surat ini pula Tick mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dalam kehidupan sehari-harinya yang semula cenderung membosankan.


Sesungguhnya petualangan Tick cukup menarik, tapi belum bisa menandingi serunya novel-novel Rick Riordan dan memukaunya dunia sihir Harry Potter. Sesekali terdapat pilihan kata terjemahan yang kurang sesuai (misalnya “bau wangi” untuk makanan lebih cocok diganti “bau harum”, halaman 29) tapi secara keseluruhan tidak mengganggu kenikmatan ceritanya. Bagaimanapun, teka-teki cerdas yang disuguhkan oleh James Dashner membuat novelnya ini patut dikoleksi.


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar di Sini :)