Aku Juga Ada di Sini

19 Desember, 2011

Wintergirls karya Laurie Halse Anderson


WintergirlsWintergirls by Laurie Halse Anderson
My rating: 3 of 5 stars

Lia adalah remaja yang mengidap anoreksia. Meskipun sedang menjalani perawatan, Lia masih setengah mati berusaha tidak makan apa pun. Keluarga Lia berantakan dan Lia telah dibuang oleh sahabatnya sendiri, Cassie.


Novel ini diawali dengan kabar kematian Cassie, sendirian di sebuah kamar hotel. Menjelang ajalnya, Cassie 33 kali menelepon Lia, tapi tidak diangkat oleh Lia. Rasa bersalah ini membuat tumpukan beban dalam pikiran Lia memuncak, apalagi bayangan Cassie menghantuinya terus-menerus. Lia pun menghancurkan dirinya dalam depresi dan anoreksia akut. Pada akhir cerita, Lia bisa sembuh dan sehat kembali perlahan-lahan.


Novel ini punya gaya penceritaan yang khas dan membuat pembaca bisa mendalami perasaan tokoh utamanya. Justru gaya penceritaan yang khas itu kurang bisa diterima oleh pembaca Indonesia. Novel ini terlalu suram. Kondisi Lia begitu buruk sejak awal cerita sampai-sampai pembaca bisa merasa pesimis. Bahkan ketika Lia mendapatkan dan merasakan sesuatu yang menyenangkan, suasana yang membuat merinding langsung datang lagi. Lia terus-menerus mengenang hal-hal yang telah dilaluinya bersama Cassie dan ini sebenarnya agak menghambat laju cerita.


Saving Samantha (karya Samantha Weaver, kisah nyata) dan Saving Fransesca (karya Melina Marchetta, fiksi) sama-sama menyajikan sosok wanita muda/remaja yang mengalami depresi. Dibandingkan Saving Samantha, Wintergirls jelas lebih puitis. Namun, Saving Fransesca lebih bisa diterima oleh pembaca remaja. Wintergirls yang suram dan terlalu "aku" dikhawatirkan tidak bisa demikian.


View all my reviews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan Komentar di Sini :)