Senang bisa membaca The Tales of Beedle the Bard, apalagi edisi asli. Saya yakin terjemahannya baik, tapi saya telanjur menyukai tuturan JK Rowling. Terima kasih untuk Kak Busyra yang telah menghadiahkannya kepada saya lewat giveaway bulan lalu.
Di dalam buku ini ada lima dongeng, termasuk "The Tale of Three Brothers" yang muncul dalam seri Harry Potter. Kejutan paling menyenangkan dari buku ini adalah adanya catatan Prof Dumbledore selepas setiap cerita--inilah yang paling berhubungan dengan dunia Harry Potter. Catatan-catatan tersebut merupakan renungan dan kenangan Dumbledore berkaitan dengan dongeng-dongeng yang baru saja dipaparkan. Bagian paling menarik bagi saya adalah bagaimana suatu cerita bertahan atau berubah seiring waktu.
Seperti yang tertulis pada bagian pengantar, Rowling memperlihatkan prinsipnya dalam dongeng-dongeng ini. Untuk mendapatkan keinginan/kebaikan, kita harus berusaha mendapatkannya. Apabila seseorang menginginkan keburukan, maka dia terkena batunya.
Semula saya kira kisah-kisah di dalam buku ini bisa menjadi pengantar tidur bagi anak-anak. Seusai membacanya, cerita ketiga tidak cocok untuk anak kecil. Namun, justru cerita ketiga itu yang paling mengesankan bagi saya.
Saya belum tahu rencana Rowling sesudah The Casual Vacancy, tapi semoga suatu hari dia menulis cerita fantasi atau anak-anak lagi.
Tampilkan postingan dengan label kumpulan cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan cerpen. Tampilkan semua postingan
07 Mei, 2013
19 Januari, 2012
Lukisan Kaligrafi: Menjadi Santri “Kalong” Gus Mus Melalui Karya-Karyanya
My rating: 3 of 5 stars
Ketika membaca kelima belas cerpen dalam Lukisan Kaligrafi, kita seakan sedang menjadi santri “kalong” (orang yang ikut mengaji tapi tidak tinggal di pesantren) pengarangnya, A. Mustofa Bisri yang biasa dipanggil Gus Mus. Cerpen-cerpen beliau ini mengandung nasihat, baik secara tersurat maupun tersirat, yang dapat kita renungi dan ambil hikmahnya.
Selain nasihat, melalui Lukisan Kaligrafi kita juga dapat menangkap potret kehidupan masyarakat Jawa Timur, khususnya yang berkaitan dengan pesantren. Tokoh-tokoh dalam cerpen-cerpen A. Mustofa Bisri kebanyakan berasal dari keluarga kiai atau (pernah menjadi) santri. Gus Mus juga berusaha menyingkap dunia Islam di Jawa yang terpengaruh animisme dan dinamisme.
Langganan:
Postingan (Atom)

