Aku Juga Ada di Sini

Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi. Tampilkan semua postingan

28 September, 2016

When You Reach Me

When You Reach MeWhen You Reach Me by Rebecca Stead

My rating: 4 of 5 stars


Miranda (12 tahun) sudah bersahabat dengan Sal sejak bayi. Mereka pulang bersama setiap hari, menghindari anak-anak nakal dan orang gila di sudut jalan. Tapi sejak Sal dipukul oleh seorang anak laki-laki lain, Sal menjauhi Miranda. Sementara itu, ibunya Miranda sedang bersiap-siap untuk mengikuti kuis di televisi yang berhadiah $20.000. Karena sekarang tidak bersama Sal, Miranda mulai berteman dengan Annemarie, Colin, dan Julia. Bahkan Miranda bertemu dengan Marcus, anak yang memukul Sal waktu itu, dan berteman dengannya meskipun Marcus suka berbicara tentang hal-hal ilmiah memusingkan seperti perjalanan lintas waktu. Saat Miranda menyesuaikan diri dengan semua itu, ia menemukan empat catatan misterius diselipkan untuknya. Siapa pun penulis catatan itu, dia tahu apa yang akan terjadi di masa depan dan bisa membuktikannya.

Sayangnya, Miranda tidak bisa menghentikan kematian yang telah diisyaratkan di dalam catatan tersebut. Pada suatu sore, Sal berlari karena takut saat melihat Marcus. Saat Sal hampir tertabrak truk, orang gila itu menendang Sal. Akhirnya, Sal dibawa ke rumah sakit dan selamat, tapi orang gila itu tewas seketika. Saat menonton ibunya mengikuti kuis di studio televisi dan menang, Miranda menyadari arti catatan-catatan tersebut. Ternyata ketika sudah tua nanti, Marcus kembali ke masa lalu (masa kininya Miranda di buku ini) untuk menyelamatkan Sal. Maka Miranda menulis surat yang panjang, yaitu sepanjang isi buku ini, untuk dibaca oleh Marcus yang sekarang.

Penceritaannya cukup ringan, cocok untuk anak usia 10 sampai 15 tahun, tapi isi ceritanya bisa dibaca sampai orang dewasa. Alur ceritanya cerdas tapi agak rumit karena melibatkan kilas balik dan penjelasan tentang perjalanan lintas waktu. Buku ini diceritakan dengan sudut pandang orang pertama, jadi pembaca bisa melihat dunia melalui mata Miranda (dan pengarangnya berhasil melakukan itu dengan baik). Dengan wajar dan tanpa kesan menggurui, tokoh Miranda belajar tentang persahabatan, keluarga, dan kesalahan sikap-sikapnya terhadap orang-orang di sekitarnya.

Bagian awal ceritanya agak lambat. Meskipun demikian, ada hal-hal kecil yang menarik seperti perdebatan Miranda dengan ibunya tentang asal-usul nama Miranda (dari nama penculik) dan tingkah laku orang gila yang suka menyembunyikan kepalanya di bawah kotak pos. Inti misterinya, catatan misterius, justru baru muncul pada halaman 60.



View all my reviews

12 April, 2015

Sayembara Penulisan Resensi 3 Novel

Cara untuk mencari uang lewat buku tidak hanya dengan menulis atau menerbitkan buku. Bisa juga kita membuat resensi buku yang kita baca dan mengirimkannya kepada media atau mengikutsertakannya kepada lomba.

Penerbit Exchange mengadakan sayembara penulisan resensi 3 novel terbitannya. Silakan pilih novel yang sudah atau ingin kamu baca. Hadiahnya uang tunai dan paket buku. Klik dan simpan gambar di bawah ini untuk mengetahui aturan mainnya.




19 Oktober, 2014

Rahasia Lukisan

Rahasia Lukisan (Weird and Wicked Series, #2)Rahasia Lukisan by Djokolelono
My rating: 4 of 5 stars

Unsur ajaib dalam novel ini sama dengan ide cerpen saya dulu sekali: seorang anak masuk ke dalam lukisan. Mengetahui Pak Djoko menulis cerita semacam itu, saya penasaran bagaimana beliau menjelajahinya. Selain itu, buku ini tipis jadi mudah dibawa ke mana-mana untuk dibaca di jalan atau sambil menunggu sesuatu.

Alkisah Ryan adalah anak laki-laki dari seorang pelukis ternama, bahkan berpotensi untuk menjadi pelukis legendaris. Naas nasib buruk menimpa keluarganya sehingga ayah Ryan mogok melukis dan menutup galerinya. Banyak pihak menyayangkan keputusan ayah Ryan, bahkan ada orang yang bertindak nekat. Ryan menemukan ayahnya berlumuran darah di galeri, dan hanya lukisan-lukisan di sana yang menjadi saksi kejahatan pelaku.

Saya senang dengan narasi buku ini yang berjalan cepat, walau saya harap adegan pertama tidak sesederhana Ryan bangun tidur. Tapi posisi Ryan yang baru bangun tidur strategis untuk menceritakan keadaan rumah dan penghuninya. Kejadian demi kejadian memaksa Ryan untuk terus bereaksi dan beraksi.

Perihal "masuk ke dunia lukisan", ada peraturan-peraturan sederhana yang membuat petualangan Ryan semakin menantang. Hal yang paling saya sukai adalah ayah Ryan bisa salah juga memberikan "jiwa" kepada karakter lukisannya, entah akibat prasangka atau ketidaktahuan.

Saya menikmati deskripsi dan aksi dalam Rahasia Lukisan. Buku ini memberi saya sedikit wawasan tentang terbang layang, kehidupan pelukis, dan sebagainya. Ryan bertingkah sewajarnya anak-anak dan para orang dewasa berbicara sewajarnya orang dewasa.

Keganjilan yang saya temukan, yaitu jarangnya tokoh-tokoh cerita ini menggunakan gawai alias gadget terjawab ketika saya membaca catatan bahwa Rahasia Lukisan sesungguhnya ditulis pada 1971.

Kelemahan cerita ini adalah pelakunya mudah ditebak. Itu saya maklumi karena Rahasia Lukisan memang cerita untuk anak-anak, bukan dewasa.

Akhir kata, buku ini cukup seru untuk kita baca sendiri dan bisa menjadi hadiah yang menyenangkan bagi adik, anak, atau keponakan.

View all my reviews

07 Juni, 2014

Machine Wars

Machine WarsMachine Wars by Michael Pryor
My rating: 3 of 5 stars

I thought (or I wished) the story was set in the far future. It's actually in the near future (or is it even in the present time?). Laws of Magic is one of my favorite fantasy series, so I started reading Machine Wars excitedly. The first chapter is promising. I like it how Bram gets into trouble directly. The machine appears right on page 2. And I enjoyed how Bram's background (a very cool mother, he has!) is revealed bit by bit in the first chapters. Stella, his friend who's dragged in the adventure is uniquely awesome; i'd love to read more about her. They are 14 and act like 14--believable characters.

I do realize that it's a middle grade book. So I tried to bring my 12-year-old-me back and I did have fun reading Machine Wars while pretending to be younger. But work made me have to put the book down for a while, and I failed to recall my younger self back when I returned to the book. I find reading Machine Wars as an adult to be difficult. Bram and Stella spend too much time Scatter and Hide: running about in the city, avoiding drones and bots, trying to survive (while their parents are preparing a way to annihilate the villain). I wish the kids have more significant roles/mission in the story.

All in all, this is a great read for middle graders, not for adults.

(I got the book in exchange for an honest review. Thank you, Michael Pryor!)


View all my reviews

23 September, 2013

Temeraire: Sang Naga dan Sang Kapten

Throne of Jade (Temeraire, #2)Throne of Jade by Naomi Novik
My rating: 4 of 5 stars
Edisi Indonesia diterjemahkan oleh Ine Milasari Hidajat dan diterbitkan oleh Elex Media Komputindo (September 2013)








"Laurence, Laurence, jangan tinggalkan aku lagi." -Temeraire



Dengan judul terjemahan Takhta Langit, buku kedua serial Temeraire diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Nama unik ini, Temeraire, adalah milik seekor naga. Seperti kebanyakan hal dalam buku pertama, aku tidak ingat asal-usul nama itu; aku membacanya dua tahun yang lalu. Aku hanya ingat bahwa aku sangat menyukai interaksi antara Temeraire dengan tokoh utamanya: Laurence, manusia yang menjadi penunggang sang naga agung.

Dunia dalam cerita Temeraire adalah sekitar tahun 1800 dengan satu perbedaan: angkatan udara berarti para penunggang naga. Pada masa itu, dalam sejarah sesungguhnya, belum ada pesawat terbang. Naomi Novik mengisi fungsi pesawat terbang militer dengan naga yang bisa berbicara dan cukup besar untuk ditunggangi 5-10 manusia.

Laurence bukan perwira angkatan udara; justru sebaliknya, dia seorang kapten kapal Inggris. Dalam sebuah pertempuran, kapal Laurence mendapatkan jarahan seekor telur naga. Menetaslah Temeraire. Laurence dan Temeraire tak terpisahkan sejak saat itu…

07 Mei, 2013

Dongeng-dongeng Dunia Sihir

Senang bisa membaca The Tales of Beedle the Bard, apalagi edisi asli. Saya yakin terjemahannya baik, tapi saya telanjur menyukai tuturan JK Rowling. Terima kasih untuk Kak Busyra yang telah menghadiahkannya kepada saya lewat giveaway bulan lalu.




Di dalam buku ini ada lima dongeng, termasuk "The Tale of Three Brothers" yang muncul dalam seri Harry Potter. Kejutan paling menyenangkan dari buku ini adalah adanya catatan Prof Dumbledore selepas setiap cerita--inilah yang paling berhubungan dengan dunia Harry Potter. Catatan-catatan tersebut merupakan renungan dan kenangan Dumbledore berkaitan dengan dongeng-dongeng yang baru saja dipaparkan. Bagian paling menarik bagi saya adalah bagaimana suatu cerita bertahan atau berubah seiring waktu.


Seperti yang tertulis pada bagian pengantar, Rowling memperlihatkan prinsipnya dalam dongeng-dongeng ini. Untuk mendapatkan keinginan/kebaikan, kita harus berusaha mendapatkannya. Apabila seseorang menginginkan keburukan, maka dia terkena batunya.

Semula saya kira kisah-kisah di dalam buku ini bisa menjadi pengantar tidur bagi anak-anak. Seusai membacanya, cerita ketiga tidak cocok untuk anak kecil. Namun, justru cerita ketiga itu yang paling mengesankan bagi saya.




Saya belum tahu rencana Rowling sesudah The Casual Vacancy, tapi semoga suatu hari dia menulis cerita fantasi atau anak-anak lagi.

03 April, 2013

Adakah Hantu di Apartemen 666?


Apartemen 666Apartemen 666 by Sybill Affiat
My rating: 3 of 5 stars


Saya mendapatkan buku ini sebagai buntelan dari Stiletto dan Dion Yulianto. Sampul depannya kurang meyakinkan, tapi saya baca juga karena penasaran. Karena penerbit Stiletto hanya menerbitkan buku-buku penulis perempuan dan bertokoh utama perempuan, tokoh utama Apartemen 666 adalah wanita muda bernama Samara. Penulisnya, Sybyll Affiat, bukan penulis baru. Buku pertamanya yang berjudul Soulmate sudah beberapa kali dicetak ulang.

Alkisah Samara tertimpa kemalangan beruntun. Demi merawat ibunya yang sakit-sakitan, Samara mengambil cuti selama dua bulan. Ibunya meninggal dan Samara kehilangan pekerjaan akibat intrik orang dalam perusahaan. Saat itu Samara sangat mencurigai atasannya, Pak Ridwan, tapi perkembangan cerita akan mengungkap kebenaran perkara ini.

Sebagai pasangan muda dengan keuangan pas-pasan, Samara dan Bisma suaminya lintang-pukang mencari kontrakan dan pekerjaan baru. Keadaan mereka begitu memprihatinkan hingga Samara menyerah dan melamar lowongan pekerjaan dari Pak Ridwan. Samara langsung diterima di PT DJL sebagai asisten pribadi Leana. Sekali melihat, Samara langsung merasakan daya mistis Leana, tapi keadaannya yang terjepit membuat Samara tetap setuju untuk segera mulai bekerja. Bahkan, Samara tak kuasa menolak saat Lea menawarkan apartemen kosong milik perusahaan untuk ditinggalinya. Bangunan untuk apartemen itu didirikan pada 1666 dan tidak pernah dirubuhkan walaupun sudah direnovasi berkali-kali. Orang-orang perusahaan menyebutnya Apartemen 666.


16 November, 2012

Perjalanan Empat Sutradara Indonesia


Judul: My Life as Film Director
Penulis: Haqi Achmad
Penerbit: Plot Point

Hal pertama yang membuat saya terkesan ketika mendapatkan buku ini adalah kertasnya full color. Selain itu, hurufnya besar-besar dengan tataletak yang enak dibaca; sangat cocok untuk buku panduan semacam ini. My Life as Film Director termasuk seri My Life As yang diterbitkan oleh PlotPoint Publishing. Judul lainnya adalah My Life as Music Video Director, ditulis oleh Haqi Achmad juga.

Empat sutradara menjadi narasumber buku ini:
  • Joko Anwar, sutradara Modus Anomali, Janji Joni
  • Hanung Bramantyo, sutradara Ayat Ayat Cinta, Tanda Tanya
  • Sammaria, sutradara Cin(T)a, Demi Ucok
  • Ifa Ifansyah, sutradara Garuda di Dadaku, Sang Penari



Proses pembuatan film hanya digambarkan sedikit karena pada dasarnya buku ini berisi kisah perjalanan setiap sutradara di atas dari bagaimana tertarik kepada perfilman hingga prestasi-prestasi terkini. Semula saya kira isi buku ini akan terpisah menjadi empat bagian untuk masing-masing narasumber. Ternyata Haqi Achmad dapat memadukan informasi yang diperolehnya dari mereka dengan sangat baik.

Tiga di antara mereka merintis kemampuan dari teater sekolah. Sammaria baru menyadari ketertarikannya kepada perfilman pada jenjang kuliah dan ikut serta dalam klub film di kampusnya. Perjalanan mereka hingga menjadi sutradara mempunyai keunikan masing-masing. Tantangan tidak hanya berasal dari diri sendiri dan sesama pegiat film, tapi juga dari lingkungan sekitar dan orangtua yang mengkhawatirkan rezeki anak-anaknya jika berkarir di perfilman. Semuanya berbuah manis ketika arus karir para sutradara ini sudah mantap. Walaupun demikian, mereka tetap belajar dari setiap film garapannya dan berbagi kepada kita lewat buku ini.

“The best education in film is to make on.”
-Stanley Kubrick, sutradara 2001: A Space Odissey

Di antara kutipan-kutipan sutradara internasional, kutipan itulah yang paling dipegang oleh keempat narasumber buku ini. Percuma mempelajari dan melakukan segala macam hal apabila tidak rajin membuat film. Lagi pula, menjadi sutradara tidak hanya menyangkut hasil filmnya, tapi juga kepiawaiannya memimpin tim sepanjang proses pembuatan film.

Akhir kata, buku ini pantas dibaca semua orang, baik bagi kita yang sedang mempertimbangkan untuk melibatkan diri di dunia perfilman maupun bagi kita yang ingin menambah wawasan saja. Penulisannya yang simpel dan mengalir pun membuat buku ini bisa dibaca adik-adik kita sedari usia 10 tahun ke atas. Semoga PlotPoint dan Haqi Achmad meluncurkan buku-buku My Life As lagi.

26 September, 2012

Nicky di Negeri Sejuta Mimpi


Winter DreamsWinter Dreams by Maggie Tiojakin
My rating: 4 of 5 stars

Winter Dreams adalah novel karya Maggie Tiojakin, seorang penerjemah yang terkenal dengan terjemahan cerpen-cerpen sastranya dalam Fiksi Lotus. Pertama kali saya mendengar tentang novel ini adalah ketika Maggie menjadi pembicara di Festival Pembaca Indonesia akhir tahun lalu. Selain sampulnya yang cantik dengan misterius, Maggie juga menggugah penonton dengan menegaskan kehadiran tokoh utama yang anti-hero dan latar cerita Amerika Serikat.

Sederhananya, seorang tokoh anti-hero tidak memenuhi harapan kita tentang pahlawan atau teladan yang sedikit-banyak kita harapkan dari sosok protagonis. Nicky F. Rompa tidak mempunyai prestasi khusus atau bahkan sekadar hobi yang membuat dirinya menarik. Dia hidup seperti hanya demi melewati hari demi hari tanpa tujuan yang berarti. Pertengkaran Nicky dengan ayahnya membuat ibunya, yang sudah bercerai dengan ayahnya, mengirimnya untuk tinggal di Amerika Serikat. Meninggalkan bangku kuliahnya di Indonesia, Nicky memulai hidup di negeri sejuta mimpi sebagai illegal alien atau pendatang gelap.

25 Juli, 2012

Darah dan Cinta Di Tepi Sungai Ordelahr




Di Tepi Sungai Ordelahr (Estarath: Seri Hikayat Orang Utara, #1)Di Tepi Sungai Ordelahr by R.D. Villam
My rating: 5 of 5 stars

Sebenarnya ini buku pertama RD Villam yang aku baca digigit Kapten Kucing karena belum baca Akkadia dan memang tahun 2012 ini aku jarang menghabiskan baca novel (yang bukan kerjaan atau bukan buntelan bersyarat), sekalipun novel tipis. Jadi itu saja sudah menuai empat bintang, lalu aku tambah satu bintang lagi karena aku memang sangat suka buku kesatu dalam seri Hikayat Orang Utara ini. Sempat terpikir untuk pelit bintang karena tidak ada binatang buas yang ditampilkan, tapi ya sudahlah :p

Dalam satu kalimat, Di Tepi Sungai Ordelahr dapat digambarkan begini:

Sesudah bertahun-tahun dalam pengasingan, Vilnar kembali ke suku asalnya bersama istri dan anak tanpa menduga betapa peliknya masalah yang menanti di sana.


20 Juni, 2012

Demi Cium (Resensi Lips Touch)

Lips Touch: Three TimesLips Touch: Three Times by Laini Taylor

My rating: 5 of 5 stars


Ini adalah kumpulan cerpen tentang ciuman yang membawa akibat supranatural mengerikan bagi tiga orang gadis. Cerita pertama, "Buah Goblin", berkisah tentang Kizzy yang diincar oleh goblin. Goblin itu berubah menjadi pemuda tampan anak baru di sekolah yang mendekatinya. Kalau sampai dicium pemuda itu, Kizzy mati. Cerita kedua, "Kutukan Kecil yang Berbumbu Seperti Ini", berkisah tentang Anamique yang dikutuk mempunyai suara yang bisa membunuh siapa pun yang mendengarnya, sehingga ia tidak pernah bicara hingga cinta menggodanya dan ciuman pertamanya berakibat fatal bagi semua orang. Cerita ketiga, "Menetas", berkisah tentang seorang ratu abadi yang berhasil mengingat masa lalunya lewat ciuman.

Cerita-ceritanya unik, gelap, dan tetap romantis. Latar belakangnya cukup kental, tapi tidak berlebihan. Tokoh-tokohnya tetap tergambar dengan baik, meskipun singkat karena ini cerpen. Cerita pertama relatif sederhana, tapi cerita kedua utuh, cerita ketiga sangat mendalam (bahkan bisa dikembangkan menjadi novel yang menarik). Tingkatan ini akan menghindarkan pembaca dari rasa kecewa. Bagaimanapun juga, cerita pertama yang sederhana pun cukup kuat untuk mempertahankan pembaca.

Terjemahan kumcer ini baru saja diterbitkan oleh Ufuk Heart (salah satu lini Ufuk Publishing House), tetapi sayang gambar-gambar memesona dari suami Laini Taylor tidak diikutkan. Kebetulan penerjemahnya adalah... *uhuk2* saya sendiri. Gaya penulisan Laini Taylor sangat baik dan semoga terjemahan saya tidak mengecewakan.


31 Mei, 2012

Kembang Cinta Selama Tiga Zaman


Kembang JepunKembang Jepun by Remy Sylado
My rating: 4 of 5 stars


Penerbit : Gramedia, 2003
Tebal : 328 halaman



Plot utama dalam novel ini adalah kisah cinta antara Keke dan Tjak Broto. Perjuangan mereka mengarungi hidup dan mempertahankan cinta mereka telah melalui tiga zaman: zaman kolonial, zaman pendudukan Jepang, dan zaman kemerdekaan. Mereka dipermainkan oleh nasib, dipisahkan oleh jarak, diasingkan oleh waktu. Berkali-kali mereka bersilangan sampai hampir pupus harapan. Akan tetapi, takdir mempertemukan mereka kembali karena mereka masih saling cinta.

Pada zaman kolonial atau zaman penjajahan Belanda, Keke dan Tjak Broto bertemu untuk pertama kali. Saat itu, Keke adalah geisha bernama Keiko di Shinju, sebuah tempat usaha milik orang Jepang di Jalan Kembang Jepun, sedangkan Tjak Broto wartawan surat kabar di Surabaya. Cinta tumbuh di antara mereka. Sebagai simbol cinta mereka, Tjak Broto memberi Keke sebuah liontin yang terpatri mantra supaya pemakainya dikasihi. Beberapa tahun kemudian, Keke meninggalkan Shinju untuk menikah dengan Tjak Broto. Mereka menikah di rumah Mbah Soelis, nenek Tjak Broto dari pihak ayah, karena kurang disetujui oleh ibu Tjak Broto.


30 April, 2012

Tip di Negeri Oz

The Marvelous Land of OzThe Marvelous Land of Oz by L. Frank Baum
My rating: 3 of 5 stars


Penerjemah: Justine Tedjasukmana
Ilustrasi dan Penyunting: Ida Wajdi
ISBN: 978-979-024-494-8
Halaman: 234
Penerbit : Atria, Februari 2012
Harga: Rp 30.000,00

The Marvelous Land of Oz adalah sekuel novel anak-anak klasik, The Wonderful Wizard of Oz. Semula L. Frank Baum sang empu cerita tidak berniat menulis sekuelnya. Namun, surat keseribu dari penggemar datang dan beliau pun memenuhi permintaan mereka. Maka terbitlah The Marvelous Land of Oz kali pertama pada tahun 1904 dan versi terjemahan bahasa Indonesia-nya diterbitkan oleh Atria tahun ini.

Sama-sama berlatar di negeri khayalan bernama Oz, tokoh utama novel ini adalah anak laki-laki bernama Tip. Berbeda dengan Dorothy yang berasal dari dunia kita, Tip memang lahir dan dibesarkan di Oz. Karena diperlakukan dengan buruk oleh penyihir yang mengasuhnya, Tip melarikan diri bersama Jack si Labu yang telah disihir hidup. Dalam perjalanan ke Kota Zamrud, Tip menyihir kuda kayu untuk membantu mereka. Ketika Tip sampai di sana, Kota Zamrud dikudeta oleh kelompok gadis-gadis yang telah muak dengan kepemimpinan laki-laki, terutama Yang Mulia Raja Jerami. Karena terdesak, mereka melarikan diri dari Kota Zamrud. Bisakah Tip mengumpulkan bantuan agar Boneka Jerami kembali bertahta? Namun, apakah sesederhana itu permasalahannya?


16 April, 2012

Menjelajahi Benua Elir


Takdir Elir (Trilogi Elir, #1)Takdir Elir by Hans J. Gumulia
My rating: 4 of 5 stars

Takdir Elir adalah buku pertama dari trilogi Chronicles of Elir karya Hans J. Gumulia. Novel ini merupakan novel ketiga Vandaria Saga, menyusul Harta Vaeran dan Ratu Seribu Tahun yang sudah terbit tahun lalu. Selain kesamaan hidup di semesta, sejauh ini tidak ada hubungan cerita yang signifikan di antara Takdir Elir dengan kedua novel pendahulunya. Ketebalannya pun kurang dari setengah masing-masing novel tadi sehingga membeli Takdir Elir tidak membutuhkan pertimbangan seberat Harta Vaeran dan Ratu Seribu Tahun.

Dari deskripsi pada sampul belakang Takdir Elir, saya kira tokoh utamanya hanya Rozmerga. Ternyata ada lima tokoh utama dan, seperti bisa ditebak, saya belum terlalu bisa mengenali mereka karena tipisnya buku ini hanya memberikan sedikit kesempatan bagi masing-masing tokoh untuk tampil.

Rozmerga adalah frameless yang berpangkat cukup tinggi sebagai ksatria Valiant di tanah suci Bedina, pusat Ordo Vhranas yang dianut oleh manusia dan frameless di Vandaria. Seorang Pendeta Agung Ordo Vhranas didatangi Vanadis (dewa) yang menyampaikan pesan bahwa Benua Elir membutuhkan bantuan. Itulah latar belakang Rozmerga dikirim ke sana dari Bedina yang terletak di Tanah Utama Vandaria (benua tengah yang sebesar Asia ditambah sepertiga Afrika).


30 Maret, 2012

Perempuan-perempuan yang Bermimpi


Tarian BumiTarian Bumi by Oka Rusmini
My rating: 5 of 5 stars

Tarian Bumi karya Oka Rusmini ini menggunakan narrative order yaitu narasi yang dimulai di tengah-tengah perkembangan kejadiannya sesuai dengan pengisahannya. Telaga sebagai pencerita memberitahu kita sejarah keluarganya dari kedua neneknya (Ida Ayu Sagra Pidada dan Luh Dalem) sampai dirinya memiliki seorang anak, Luh Sari.


Bila diceritakan secara kronologis, novel ini dapat dimulai dengan perjalanan hidup Luh Sekar, ibu Telaga. Selama masih menjadi perempuan sudra (kasta terendah dalam masyarakat agama Hindu) atau orang kebanyakan, keluarga Luh Sekar hidup miskin dan dikucilkan masyarakat karena ayah Luh Sekar yang telah pergi dari rumah adalah seorang anggota PKI. Dalam tekanan itu, Luh Sekar berambisi mendapat pengakuan dari masyarakat dengan menjadi pragina, primadona dalam grup tari. Mimpi ini tidak dengan mudah ia raih. Setelah berhasil menjadi pragina, Luh Sekar bermimpi lagi, kali ini menjadi seorang brahmana (kasta tertinggi dalam masyarakat agama Hindu).


Mimpi Luh Sekar menjadi seorang brahmana harus dibayar mahal. Selain berganti nama menjadi Jero Kenanga, Sekar harus berpisah dengan Luh Dalem, ibunya, dan Luh Kenten, sahabat satu-satunya. Dalam kehidupan barunya pun Sekar mengalami banyak kesulitan. Suaminya, Ida Bagus Ngurah Pidada, gemar main perempuan, berjudi, dan mabuk-mabukan. Ibu mertuanya, Ida Ayu Sagra Pidada, selalu menyalahkan Sekar perihal tingkah laku suaminya itu. Sekar sadar kalau semua kesulitan yang dihadapinya itu adalah konsekuensi dari mimpinya. Karenanya, Sekar menerima perlakuan ibu mertuanya terhadapnya.


Ida Ayu Telaga Pidada lahir dengan dibebani mimpi-mimpi Sekar. Telaga diingini menjadi perempuan terbaik, tercantik, dan nantinya menikah dengan seorang Ida Bagus. Telaga belajar pada Luh Kambren, guru tari terbaik dan termahal di seluruh desa. Luh Kambren mengakui Telaga sebagai murid terbaiknya, perempuan yang tepat untuk diberi taksu miliknya. Telaga pun menjadi penari terbaik dan tercantik seperti yang diidam-idamkan oleh ibunya.


26 Maret, 2012

Resensi Kita Semua Anak Negeri Ini


Kita Semua Anak Negeri IniKita Semua Anak Negeri Ini by Fahri Asiza
My rating: 4 of 5 stars


Mengatasi Trauma dan Menjadi Anak Negeri Ini

Kita Semua Anak Negeri Ini dipilih dari novel-novel anak fiksi realistik karya Fahri Asiza lainnya karena judul novel ini memberi kesan adanya pesan moral yang mendalam, yaitu tidak boleh mendiskriminasi teman. Novel ini berkisah seputar tiga orang anak, yaitu Ratih, Lilian, dan Dudi. Cerita dimulai ketika Lilian menjadi murid baru di kelas VIB SD Muhammadiyah 12 Pamulang. Dudi langsung mengejek Lilian karena anak baru itu bermata sipit. Hari itu juga, Dudi menekan Lilian untuk pindah sekolah. Dudi tidak sudi ada anak bermata sipit di sekolahnya. Ratih, teman sebangku Lilian, menegur Dudi akan sikapnya terhadap Lilian itu.


Meskipun Lilian tetap tersenyum dengan sabar menghadapi Dudi, ternyata sikap Dudi itu membuatnya sedih. Lilian jadi teringat peristiwa kerusuhan yang terjadi beberapa bulan silam. Tapi mengapa? Apakah kebencian Dudi sama dengan kebencian orang-orang lain yang pernah merusak segalanya? (Asiza, 2006: 31) Akankah mereka dapat berteman?


06 Maret, 2012

Resensi The Lost Hero: Pahlawan yang Hilang (Ingatan)


The Lost Hero (Heroes of Olympus, #1)The Lost Hero by Rick Riordan
My rating: 4 of 5 stars

Penerbit: Mizan Fantasi, Cetakan I Januari 2012
Penerjemah: Reni Indardini
Penyunting: Tendy Yulianes
Peresensi: Melody Violine
Tebal: 586 halaman

Dengan suksesnya serial Percy Jackson, kita tentu berharap karya-karya Rick Riordan berikutnya (setidaknya) bisa memberikan kepuasan yang setara, apalagi bagi seri The Heroes of Olympus yang merupakan lanjutan dari Percy Jackson. Kira-kira begitulah perasaan saya ketika nomor pertamanya yang berjudul The Lost Hero sampai di tangan. Pertama dilihat, tebalnya lebih, gambar sampulnya juga wow... ada naga mekanis! Apakah akan ada unsur mekanika dalam seri ini, tidak melulu sabet-sabetan dan sihir?


Saya pun tidak kecewa...


Seperti Red Pyramid, The Lost Hero diceritakan secara bergantian dari kacamata tokoh-tokoh utamanya (tapi tetap dengan sudut pandang orang ketiga), yaitu Jason, Piper, dan Leo. Sejak awal cerita, Riordan langsung menyodorkan kita kepada keganjilan yang genting: Jason tidak ingat apa-apa tentang dirinya. Piper merasa Jason adalah pacarnya sementara Leo menganggap Jason sebagai sahabatnya, tapi apakah benar demikian?


Darmawisata sekolah yang diikuti oleh trio ini segera berubah menjadi bencana ketika roh badai menyerang mereka. Saat membela diri dan teman-temannya, Jason mendapati bahwa dirinya mahir berpedang serta akrab dengan petir dan angin. Dibawalah mereka bertiga ke Perkemahan Blasteran tempat mereka diantar berkeliling oleh para pekemah senior seperti Annabeth. Hmm, ada Annabeth, tapi di mana Percy?

24 Februari, 2012

Resensi In The Name of Wish


In the Name of WishIn the Name of Wish by [.Re]
My rating: 3 of 5 stars



In The Name of Wish adalah novel kecil karya [.Re] alias Rendi yang diterbitkan Januari 2012 lalu. Kita diperkenalkan kepada Drakhmann yang sedingin es baik secara fisik maupun sikap. Drakhmann dikenal sebagai Mentalist (semacam penyihir) jenius yang menjadi pejabat R-Knight (pasukan keamanan) pada usia muda. Sosoknya yang rupawan juga membuat banyak perempuan membicarakannya.


Drakhmann ini mengidap penyakit langka yang menjadikan fisiknya dingin dan menyebarkan dingin. Kasus yang menjadi inti cerita ini juga berhubungan dengan “dingin”, tepatnya pertunjukan salju yang akan diadakan di Scutleiss oleh para Mentalist dari negara lain. Sebagai penduduk negeri beriklim tropis, warga Scutleiss tentu tak sabar menantikan acara tersebut. Namun, Drakhmann mencurigai akan ada masalah dengan salju yang dipertunjukkan. Kecemasan Drakhmann ditepis oleh Gubernur Loban, tetapi Drakhmann bertekad akan tetap menyelidikinya, didampingi oleh Vita gadis pelayannya. Akankah kekhawatiran Drakhmann terbukti benar?


Hal pertama yang saya perhatikan adalah penuturan Rendi yang menawan: kalimat-kalimatnya enak dibaca dan pilihan katanya memikat. Sayangnya, keindahan gaya penulisan ini dinodai oleh kesalahan EYD dan typo yang cukup banyak. Interaksi antara Vita dengan Drakhmann menarik, terutama ketika bumbu romansa memercik di antara mereka. Hal ini membantu saya menapaki alur ceritanya yang agak lambat karena mengandung unsur politik. Penantian saya berbuah manis karena Rendi menyuguhkan adegan laga yang cukup dramatis pada klimaks cerita, disusul oleh pemecahan kasus yang mengharukan.


Mungkin karena cerita ini sangat singkat, saya masih kurang memahami konsep sihir yang dirancang oleh Rendi. Saya hanya menyadari adanya gurindam, pantun, dan lain-lain sebagai rapalan sihir yang sesungguhnya menarik tapi novel kecil ini tidak memberi saya kesempatan untuk mendalaminya. Terakhir, saya belum paham kenapa judulnya In The Name of Wish; saya curiga saya saja yang gagal mencernanya. Bagaimanapun, In The Name of Wish layak dibaca, apalagi kemasannya membuat mata kita merasa nyaman. well+done!


View all my reviews

23 Februari, 2012

Resensi The 13th Reality


The Journal of Curious Letters (The 13th Reality, #1)The Journal of Curious Letters by James Dashner
My rating: 3 of 5 stars




Setelah menentukan pilihan, apakah kita pernah bertanya-tanya bagaimana jadinya hidup kita bila kita mengambil pilihan lain pada waktu itu? Bagi teman-teman yang suka membaca komik, mungkin ada yang ingat salah satu alat Doraemon berbentuk kotak telepon yang bisa mengantar kita kepada dunia alternatif, ke realitas yang berbeda: dengan memesan “aku ingin ada sihir di dunia ini”, kita akan melangkah keluar kotak telepon dan mendapati bahwa sihir telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia kita yang biasa.


Gagasan inilah yang dikembangkan oleh James Dashner dalam novel anak-anak berjudul The Journal of Curious Letters, buku pertama dari seri The 13th Reality. Walaupun namanya terkesan seperti saudara sepupu Neville Longbottom, Atticus Higginbottom (dipanggil Tick) yang menjadi tokoh utama novel ini benar-benar anak biasa. Memang dia lebih cerdas daripada anak kebanyakan, tapi dia bukan penyihir atau anak ajaib semacamnya.


The Journal of Curious Letters dibuka dengan kedatangan seorang pria misterius di kantor pos Alaska. Pria aneh yang disebut Master George itu mengirim banyak surat untuk ke berbagai penjuru dunia. Tak lama selepas kepergiannya, wanita berbaju kuning dan berkepala botak mendatang kantor pos yang sama. Jelaslah bahwa mereka dua pihak yang bertentangan dalam rajutan cerita ini, tapi dalam hal apa mereka berseteru? Bagaimana hal ini melibatkan Tick dan anak-anak lainnya?


Hal yang paling menarik dan cukup membedakan novel ini tentu saja “curious letters” itu sendiri. Satu demi satu Tick menerima surat-surat misterius yang memberinya instruksi tentang “hal-hal yang sangat menakutkan”. Gara-gara rangkaian surat ini pula Tick mulai mengalami kejadian-kejadian aneh dalam kehidupan sehari-harinya yang semula cenderung membosankan.


Sesungguhnya petualangan Tick cukup menarik, tapi belum bisa menandingi serunya novel-novel Rick Riordan dan memukaunya dunia sihir Harry Potter. Sesekali terdapat pilihan kata terjemahan yang kurang sesuai (misalnya “bau wangi” untuk makanan lebih cocok diganti “bau harum”, halaman 29) tapi secara keseluruhan tidak mengganggu kenikmatan ceritanya. Bagaimanapun, teka-teki cerdas yang disuguhkan oleh James Dashner membuat novelnya ini patut dikoleksi.


View all my reviews

25 Januari, 2012

Benarkah Novel Mahasiswa Bandung Sukses di Pasar Internasional?

Singkat cerita, tersiar artikel yang menyebutkan bahwa novel itu "Chronicles of The Fallen: Rebellion" karya Aya Lancaster "sempat ditolak beberapa penerbit lokal, justru dilirik penerbit internasional".

Artikel tersebut bisa dibaca di sini.

Padahal, sesungguhnya novel itu tidak "dilirik penerbit internasional", tapi penulisnya menggunakan jasa self-publishing internasional bernama AuthorHouse.

Penjelasan rincinya bisa dibaca di artikel ini.
Salah Satu Tanggapan

Benar bahwa menjadi hak pribadi penulis untuk menerbitkan bukunya di mana saja, tapi sayangnya pemberitaan "sukses" semacam ini mengarahkan pembaca kepada pemahaman yang keliru mengenai prosesnya.


Hasil Pencarian Author House di Google (25 Januari 2012)

Detail Novel Aya Lancaster di amazon.com (25 Januari 2012)

Laman Facebook untuk 
Chronicles of the Fallen: Rebellion bisa diklik di sini.