Aku Juga Ada di Sini

30 April, 2012

Tip di Negeri Oz

The Marvelous Land of OzThe Marvelous Land of Oz by L. Frank Baum
My rating: 3 of 5 stars


Penerjemah: Justine Tedjasukmana
Ilustrasi dan Penyunting: Ida Wajdi
ISBN: 978-979-024-494-8
Halaman: 234
Penerbit : Atria, Februari 2012
Harga: Rp 30.000,00

The Marvelous Land of Oz adalah sekuel novel anak-anak klasik, The Wonderful Wizard of Oz. Semula L. Frank Baum sang empu cerita tidak berniat menulis sekuelnya. Namun, surat keseribu dari penggemar datang dan beliau pun memenuhi permintaan mereka. Maka terbitlah The Marvelous Land of Oz kali pertama pada tahun 1904 dan versi terjemahan bahasa Indonesia-nya diterbitkan oleh Atria tahun ini.

Sama-sama berlatar di negeri khayalan bernama Oz, tokoh utama novel ini adalah anak laki-laki bernama Tip. Berbeda dengan Dorothy yang berasal dari dunia kita, Tip memang lahir dan dibesarkan di Oz. Karena diperlakukan dengan buruk oleh penyihir yang mengasuhnya, Tip melarikan diri bersama Jack si Labu yang telah disihir hidup. Dalam perjalanan ke Kota Zamrud, Tip menyihir kuda kayu untuk membantu mereka. Ketika Tip sampai di sana, Kota Zamrud dikudeta oleh kelompok gadis-gadis yang telah muak dengan kepemimpinan laki-laki, terutama Yang Mulia Raja Jerami. Karena terdesak, mereka melarikan diri dari Kota Zamrud. Bisakah Tip mengumpulkan bantuan agar Boneka Jerami kembali bertahta? Namun, apakah sesederhana itu permasalahannya?


16 April, 2012

Menjelajahi Benua Elir


Takdir Elir (Trilogi Elir, #1)Takdir Elir by Hans J. Gumulia
My rating: 4 of 5 stars

Takdir Elir adalah buku pertama dari trilogi Chronicles of Elir karya Hans J. Gumulia. Novel ini merupakan novel ketiga Vandaria Saga, menyusul Harta Vaeran dan Ratu Seribu Tahun yang sudah terbit tahun lalu. Selain kesamaan hidup di semesta, sejauh ini tidak ada hubungan cerita yang signifikan di antara Takdir Elir dengan kedua novel pendahulunya. Ketebalannya pun kurang dari setengah masing-masing novel tadi sehingga membeli Takdir Elir tidak membutuhkan pertimbangan seberat Harta Vaeran dan Ratu Seribu Tahun.

Dari deskripsi pada sampul belakang Takdir Elir, saya kira tokoh utamanya hanya Rozmerga. Ternyata ada lima tokoh utama dan, seperti bisa ditebak, saya belum terlalu bisa mengenali mereka karena tipisnya buku ini hanya memberikan sedikit kesempatan bagi masing-masing tokoh untuk tampil.

Rozmerga adalah frameless yang berpangkat cukup tinggi sebagai ksatria Valiant di tanah suci Bedina, pusat Ordo Vhranas yang dianut oleh manusia dan frameless di Vandaria. Seorang Pendeta Agung Ordo Vhranas didatangi Vanadis (dewa) yang menyampaikan pesan bahwa Benua Elir membutuhkan bantuan. Itulah latar belakang Rozmerga dikirim ke sana dari Bedina yang terletak di Tanah Utama Vandaria (benua tengah yang sebesar Asia ditambah sepertiga Afrika).


30 Maret, 2012

Perempuan-perempuan yang Bermimpi


Tarian BumiTarian Bumi by Oka Rusmini
My rating: 5 of 5 stars

Tarian Bumi karya Oka Rusmini ini menggunakan narrative order yaitu narasi yang dimulai di tengah-tengah perkembangan kejadiannya sesuai dengan pengisahannya. Telaga sebagai pencerita memberitahu kita sejarah keluarganya dari kedua neneknya (Ida Ayu Sagra Pidada dan Luh Dalem) sampai dirinya memiliki seorang anak, Luh Sari.


Bila diceritakan secara kronologis, novel ini dapat dimulai dengan perjalanan hidup Luh Sekar, ibu Telaga. Selama masih menjadi perempuan sudra (kasta terendah dalam masyarakat agama Hindu) atau orang kebanyakan, keluarga Luh Sekar hidup miskin dan dikucilkan masyarakat karena ayah Luh Sekar yang telah pergi dari rumah adalah seorang anggota PKI. Dalam tekanan itu, Luh Sekar berambisi mendapat pengakuan dari masyarakat dengan menjadi pragina, primadona dalam grup tari. Mimpi ini tidak dengan mudah ia raih. Setelah berhasil menjadi pragina, Luh Sekar bermimpi lagi, kali ini menjadi seorang brahmana (kasta tertinggi dalam masyarakat agama Hindu).


Mimpi Luh Sekar menjadi seorang brahmana harus dibayar mahal. Selain berganti nama menjadi Jero Kenanga, Sekar harus berpisah dengan Luh Dalem, ibunya, dan Luh Kenten, sahabat satu-satunya. Dalam kehidupan barunya pun Sekar mengalami banyak kesulitan. Suaminya, Ida Bagus Ngurah Pidada, gemar main perempuan, berjudi, dan mabuk-mabukan. Ibu mertuanya, Ida Ayu Sagra Pidada, selalu menyalahkan Sekar perihal tingkah laku suaminya itu. Sekar sadar kalau semua kesulitan yang dihadapinya itu adalah konsekuensi dari mimpinya. Karenanya, Sekar menerima perlakuan ibu mertuanya terhadapnya.


Ida Ayu Telaga Pidada lahir dengan dibebani mimpi-mimpi Sekar. Telaga diingini menjadi perempuan terbaik, tercantik, dan nantinya menikah dengan seorang Ida Bagus. Telaga belajar pada Luh Kambren, guru tari terbaik dan termahal di seluruh desa. Luh Kambren mengakui Telaga sebagai murid terbaiknya, perempuan yang tepat untuk diberi taksu miliknya. Telaga pun menjadi penari terbaik dan tercantik seperti yang diidam-idamkan oleh ibunya.


26 Maret, 2012

Resensi Kita Semua Anak Negeri Ini


Kita Semua Anak Negeri IniKita Semua Anak Negeri Ini by Fahri Asiza
My rating: 4 of 5 stars


Mengatasi Trauma dan Menjadi Anak Negeri Ini

Kita Semua Anak Negeri Ini dipilih dari novel-novel anak fiksi realistik karya Fahri Asiza lainnya karena judul novel ini memberi kesan adanya pesan moral yang mendalam, yaitu tidak boleh mendiskriminasi teman. Novel ini berkisah seputar tiga orang anak, yaitu Ratih, Lilian, dan Dudi. Cerita dimulai ketika Lilian menjadi murid baru di kelas VIB SD Muhammadiyah 12 Pamulang. Dudi langsung mengejek Lilian karena anak baru itu bermata sipit. Hari itu juga, Dudi menekan Lilian untuk pindah sekolah. Dudi tidak sudi ada anak bermata sipit di sekolahnya. Ratih, teman sebangku Lilian, menegur Dudi akan sikapnya terhadap Lilian itu.


Meskipun Lilian tetap tersenyum dengan sabar menghadapi Dudi, ternyata sikap Dudi itu membuatnya sedih. Lilian jadi teringat peristiwa kerusuhan yang terjadi beberapa bulan silam. Tapi mengapa? Apakah kebencian Dudi sama dengan kebencian orang-orang lain yang pernah merusak segalanya? (Asiza, 2006: 31) Akankah mereka dapat berteman?


06 Maret, 2012

Resensi The Lost Hero: Pahlawan yang Hilang (Ingatan)


The Lost Hero (Heroes of Olympus, #1)The Lost Hero by Rick Riordan
My rating: 4 of 5 stars

Penerbit: Mizan Fantasi, Cetakan I Januari 2012
Penerjemah: Reni Indardini
Penyunting: Tendy Yulianes
Peresensi: Melody Violine
Tebal: 586 halaman

Dengan suksesnya serial Percy Jackson, kita tentu berharap karya-karya Rick Riordan berikutnya (setidaknya) bisa memberikan kepuasan yang setara, apalagi bagi seri The Heroes of Olympus yang merupakan lanjutan dari Percy Jackson. Kira-kira begitulah perasaan saya ketika nomor pertamanya yang berjudul The Lost Hero sampai di tangan. Pertama dilihat, tebalnya lebih, gambar sampulnya juga wow... ada naga mekanis! Apakah akan ada unsur mekanika dalam seri ini, tidak melulu sabet-sabetan dan sihir?


Saya pun tidak kecewa...


Seperti Red Pyramid, The Lost Hero diceritakan secara bergantian dari kacamata tokoh-tokoh utamanya (tapi tetap dengan sudut pandang orang ketiga), yaitu Jason, Piper, dan Leo. Sejak awal cerita, Riordan langsung menyodorkan kita kepada keganjilan yang genting: Jason tidak ingat apa-apa tentang dirinya. Piper merasa Jason adalah pacarnya sementara Leo menganggap Jason sebagai sahabatnya, tapi apakah benar demikian?


Darmawisata sekolah yang diikuti oleh trio ini segera berubah menjadi bencana ketika roh badai menyerang mereka. Saat membela diri dan teman-temannya, Jason mendapati bahwa dirinya mahir berpedang serta akrab dengan petir dan angin. Dibawalah mereka bertiga ke Perkemahan Blasteran tempat mereka diantar berkeliling oleh para pekemah senior seperti Annabeth. Hmm, ada Annabeth, tapi di mana Percy?

24 Februari, 2012

Resensi In The Name of Wish


In the Name of WishIn the Name of Wish by [.Re]
My rating: 3 of 5 stars



In The Name of Wish adalah novel kecil karya [.Re] alias Rendi yang diterbitkan Januari 2012 lalu. Kita diperkenalkan kepada Drakhmann yang sedingin es baik secara fisik maupun sikap. Drakhmann dikenal sebagai Mentalist (semacam penyihir) jenius yang menjadi pejabat R-Knight (pasukan keamanan) pada usia muda. Sosoknya yang rupawan juga membuat banyak perempuan membicarakannya.


Drakhmann ini mengidap penyakit langka yang menjadikan fisiknya dingin dan menyebarkan dingin. Kasus yang menjadi inti cerita ini juga berhubungan dengan “dingin”, tepatnya pertunjukan salju yang akan diadakan di Scutleiss oleh para Mentalist dari negara lain. Sebagai penduduk negeri beriklim tropis, warga Scutleiss tentu tak sabar menantikan acara tersebut. Namun, Drakhmann mencurigai akan ada masalah dengan salju yang dipertunjukkan. Kecemasan Drakhmann ditepis oleh Gubernur Loban, tetapi Drakhmann bertekad akan tetap menyelidikinya, didampingi oleh Vita gadis pelayannya. Akankah kekhawatiran Drakhmann terbukti benar?


Hal pertama yang saya perhatikan adalah penuturan Rendi yang menawan: kalimat-kalimatnya enak dibaca dan pilihan katanya memikat. Sayangnya, keindahan gaya penulisan ini dinodai oleh kesalahan EYD dan typo yang cukup banyak. Interaksi antara Vita dengan Drakhmann menarik, terutama ketika bumbu romansa memercik di antara mereka. Hal ini membantu saya menapaki alur ceritanya yang agak lambat karena mengandung unsur politik. Penantian saya berbuah manis karena Rendi menyuguhkan adegan laga yang cukup dramatis pada klimaks cerita, disusul oleh pemecahan kasus yang mengharukan.


Mungkin karena cerita ini sangat singkat, saya masih kurang memahami konsep sihir yang dirancang oleh Rendi. Saya hanya menyadari adanya gurindam, pantun, dan lain-lain sebagai rapalan sihir yang sesungguhnya menarik tapi novel kecil ini tidak memberi saya kesempatan untuk mendalaminya. Terakhir, saya belum paham kenapa judulnya In The Name of Wish; saya curiga saya saja yang gagal mencernanya. Bagaimanapun, In The Name of Wish layak dibaca, apalagi kemasannya membuat mata kita merasa nyaman. well+done!


View all my reviews